
Buat temenku tersayang, butir butir kalimat panjang ini yang menceritakan tentang cinta, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa islam dan ilmu akan merusak hati, pikiran dan perilakumu,teman.., bahkan cinta yang salah akan dapat menyeret pelaku cinta ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring pelaku cinta pada penduaan yang tidak disadarinya.
teman…
Tahun demi tahun acara valentine makin masuk kepelosok negeri,ehmm… zaman dahulu kala hanya remaja remaji di kota-kota besar yang mengenal Valentine dan yang berhurahura ajojing ria, tapi sekarang nie… sudah mulai merantak seperti ‘djamoeer’ ke sahabat desa-desa di Indonesia kita nie,kamu semua pun pasti udah tau,anak esde udah ngikut kakak kakaknya,ikut maen valentine-valentinan.
temanku sayang dalam islam, ternyata Valentine tuuh sebuah perayaan yang kudu dan harus dijauhi oleh anak-anak muslim dan muslimah, dan wajib bagi para orang tua membeberkan bahwa Valentine itu enggak ada diIslam, yang ngaku orang islam pasti udah taulah… emang enggak gampang! buat mencereweti anak anak imutnya. ya iyalah… karena sebenernya kita berhadapan dengan alur modernisme yang telah mendunia dan salah kaprah.
“iiihhh…enggak gaul banget sih lo” atawa “norak lo!” atawa “katrok benget sihh say…” gitu lah koment-koment mereka buat anak yang anti valentine…hari gini…kalo enggak hura hura dan happy happy Valentine dengan konco konco adalah aib besar,ah gak segitunya se. tapi...kalo dipahami lebih lanjut dengan ilmu yang mencukupi, Insya Allah dan dijamin akan menjamin ‘informasi’ tadi bakalan jadi nasehat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati.
amieen...
Untuk itu bulentin perdana nie, akan dikupas tentang Valentine yang cukup panjang lebar sampe dibuat 2 edisi agar kita mendapatkan informasi yang cukup benar dan akurat..cielah.insya Allah benar,,, sehingga... kita paham dengan kebenaran dan melakukan perubahan besar.
dan lanjut….
Sejarah Valentine
Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi palawan oleh orang-orang Kristen (katolik).nah lo? Dan juga gak ketinggalan, Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen.
Seluk beluknya begini.Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.
Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi,waah kalo aku hidup jaman itu ya aku pasti dukunglah..tapi lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.
Tapi tunggu!Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara,cie.. cie.. cie.. kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya : ehm!ehem!ehm!
' From Your Valentine '
Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine,200 tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine.
naaahhh.....gitu loh ceritanya yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang. Tapi ingat ini perayaan orang nonislam! Bukan Islam! Malu banget dong, kalo kita ikut kutan. Enggak kreatif banget bagi kita ya enggak banget lah!
Tapi Ada lain cerita tentang sejarah Valentine. Pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan. Mereka bilang dengan sebutan “dewi cinta”.
Pada tanggal 14 Pebruari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.
jadi mirip kontak jodoh gitu lah…inget juga ini budaya romawi kuno,,yang jauh dari Islam. Gimana masih mau ngikut??
Valentine dan Barat
Masih da;am ejarah valentine yang pada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine yang semula merupakan ritual milik agama Kristen Katolik telah berangsur-angsur bergeser, yang semula untuk memperingati kematian santo Valentine dan Marius telah bergeser menjadi hari “Jamuan Kasih Sayang” yang disebut sebagai “Supercalis” seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Pebruari.
Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata “Galentine” yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.
Lama kelamaan…siValentine nie udah jadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.
Banyak temen-temen kita yang merayakan pesta Valentine biar kelihatan keren.Alasanya simpel, biar gak noraklah secara gua kan masih muda kayak gak tau aja.Orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang Gaul, kaya, banyak temen,de-el-el. padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
Tentu saja Barat adalah yang paling diuntungkan dengan hiruk-pikuk pesta Valentine, karena di dalam pesta valentine orang didukung untuk hura-hura, mencari cinta sesaat dan instan, seks bebas, galmour yang semuanya itu mengarah ke peradaban Barat.
Ketika nara sumber mengadakan penelitian, ada seorang koresponden yang pernah berada di luar negeri memberikan pendapatnya bahwa Valentine telah menjadi media Barat untuk memasarkan produknya, merebaknya Valentine di kalangan muda-mudi, menjadikan mereka ramah dan permisif terhadap produk-produk Barat, antara lain fashion, kafe, hotel, film, seks pranikah, dan lain sebagainya.
Namun kalo diteliti dan di pelototin, Valentine emang bisa bikin seorang merasa enggak kolot, gaul, fashionable dan segudang simbol peradaban Barat lainnya,
Survey Membuktikan
Dari penelitian nara sumber,ketika diajukan pertanyaan apakah Valentine itu ? didapatkan hasil rata-rata para koresponden dari kalangan remaja memberikan jawaban bahwa Valentine adalah hari kasih sayang walaupun sebagian besar dari mereka tidak mengetahui sejarah Valentine. Dan ketika mereka ditanya apakah ingin merayakan Valentine?, sebagian besar menjawab ya dan ingin merayakan bersama sang kekasih, sebagian yang lainnya menjawab tidak perlu dengan alasan kasih sayang itu bukan hanya satu hari itu saja tetapi sepanjang tahun, dan ada juga yang memberikan alasan karena Valentine adalah budaya Barat yang memiliki efek negatif dan merusak. Yang cukup mengejutkan ada seorang anak SD yang tahu tentang hari Valentine dan ingin merayakan dengan memberi hadiah kepada teman spesial.
Dan dari wawancara dengan korespeonden yang sudah berumah tangga dengan kisaran umur antara 30 tahun hingga 50 tahun memberikan hasil bahwa ketika mereka dalam usia remaja mereka sebagian besar tidak tahu tentang Valentine walaupun pernah mendengar kata Valentine, sebagian kecil mengatakan ketika masih remaja mereka telah tahu tentang Valentine tetapi tidak pernah merayakannya. Dan ketika diberi pertanyaan lanjutan apakah akan memberikan izin kepada anaknya untuk merayakan Valentine, sebagian besar menjawab tidak masalah asal tidak kebablasan, dan sebagian yang lain mengizinkan tetapi dengan memberikan pengarahan dan sebagian yang lainnya lagi akan melarang karena mengetahui bahwa Valentine adalah budaya Barat dan bertentangan dengan agama Islam.
Dari penelitian ternyata diperoleh gambaran tentang opini dan sikap masyarakat mengenai Valentine walo urang akurat:
Pertama, kalangan remaja hampir 100% telah mengenal Valentine padahal para orang-tua mereka hampir 100% tidak mengenal Valentine pada masa remajanya berarti Valentine telah berkembang pesat dalam satu generasi.
Kedua, hanya sebagian kecil remaja yang menentang Valentine dan hampir 100% yang tidak mengetahui tentang sejarah Valentine.
naahh…setelah se-abrek abrek fakta yang di beberkan oleh penlis dari berbegai sumber,cielah maka kini dilanjutkan..
PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE
Dari sejarah Valentine dan hubungannya dengan peradaban Barat saat ini dapat diringkas bahwa Valentine merupakan :
1. Ritual yang bersumber dari Kristen yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk mengenang orang suci Kristen yaitu Santo Valentine dan Santo Marius.
2. Ritual orang-orang Romawi kuno yang pagan (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa-dewi bagi perempuan dan perkawinan ( dewi cinta).
3. Ritual bangsa Eropa pada abad pertengahan untuk mencari jodoh.
4. Media Barat untuk mengkokohkan cengkraman peradaban Barat.,
Dari keempat jatidiri Valentine tersebut, semuanya menentang islam, alasannya :
Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen, bukti bahwa Valentine sebagai ritual agama Kristen adalah ritual Valentine tersebut dikukuhkan oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen :
Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6
Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala.
Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-Muslim
Ketiga, Valentine tu kontak jodoh bagi orang Eropa, mereka bertahayul,kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Pebruari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.Tahayul banget kan kalo menetapkan musim semi cinta?
Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengikuti Valentine enggak aja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tapi.. juga pesta yang mau-enggaak-mau harus ikut dalam, pergaulan bebas, fashion, paaian kurang kain, ciuman yang belum saatnya,pacaran, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu de-el-el. Inget kan dengan ini?
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. Ahmad
enggak bisa di elak, Valentine adalah pintu keluar dari Islam.tuh kan !
Itulah jatidiri Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak temen-temen kita yang mengikuti Valentine hanya sekedar ikut-ikutan dan enggak paham dgn tujuanya dan gimana Valentine yang sesungguhnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang jualan kartu Valentine atau menerima kartu valentine, atau karena pernah diajak temannya ikut acara Valentine, atau karena pernah melihat propaganda Valentine di majalah-majalah, tv, film dan lain sebagainya, terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya, dan sebrek alasan laenya. Allah SWT telah memberikan peringatan :
Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36
tapi kalo para pelaku valentine di beri tau ni,tentang segela macem yang bener dan betul yang datang dari Allah mereka bilang “sok tahu lu” padahal mereka sendiri terhadap Valentine juga sok tahu. Wallahu a’lam.

Valentine kata Islam
Hukum Perayaan Tahun Baru.
Pada saat pergantian tahun, kita akan menyaksikan betapa gencarnya liputan media massa dalam rangka menyambut datangnya tahun 2007M. Terlihat bahwa masyarakat bersuka cita menggantungkan harapan-harapan dengan adanya hal itu.
Sebelum membahas lebih jauh tentang hukum perayaan menyambut tahun baru, mari kita simak terlebih dahulu sejarah penetapan tahun 1 januari sebagai pertanda tahun baru.
Bila melongok sejarahnya, penetapan 1 Januari sebagai pertanda Tahun Baru bermula pada abad 46 Sebelum Masehi (SM). Ketika itu Kaisar Julius Caesar membuat kalender Matahari. Kalender yang dinilai lebih akurat ketimbang kalender-kalender lain pernah dibuat sebelumnya.
Sebelum Caesar membuat kalender Matahari, pada abad 153 SM, Janus seorang pendongeng di Roma yang menetapkan awal mula tahun. Dengan dua wajahnya, Janus mampu melihat kejadian di masa lalu dan masa depan. Dialah yang menjadi simbol kuno resolusi (sebuah pencapaian) Tahun Baru. Bangsa Roma berharap dengan dimulainya tahun yang baru, kesalahan-kesalahan di masa lalu dapat dimaafkan. Sebagai penebus dosa, tahun baru juga ditandai dengan tukar kado.Setelah menyimak sejarahnya, marilah kita lihat dalil-dalil dari Kitabullah, as-Sunnah dan atsar-atsar yang shahih yang melarang untuk menyerupai orang-orang kafir di dalam hal yang menjadi ciri dan kekhususan mereka.
Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa tahun baru masehi awalnya merupakan suatu ritual Bangsa Roma, dan bahkan dianggap sebagai penebus dosa.
Tahun baru merupakan suatu hari yang datang kembali dan terulang, yang diagung-agungkan oleh orang-orang kafir. Atau sebutan bagi tempat orang-orang kafir dalam menyelenggarakan perkumpulan keagamaan. Jadi, setiap perbuatan yang mereka ada-adakan di tempat-tempat atau waktu-waktu seperti ini maka itu termasuk hari besar mereka. Karenanya, larangannya bukan hanya terhadap hari-hari besar yang khusus buat mereka saja, akan tetapi setiap waktu dan tempat yang mereka agungkan yang sesungguhnya tidak ada landasannya di dalam agama Islam, demikian pula, perbuatan-perbuatan yang mereka ada-adakan di dalamnya juga termasuk ke dalam hal itu. Ditambah lagi dengan hari-hari sebelum dan sesudahnya yang nilai religiusnya bagi mereka sama saja sebagaimana yang disinggung oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah. Di antara ayat yang menyebutkan secara khusus larangan menyerupai hari-hari besar mereka adalah firmanNya.
"Dan orang-orang yang tidak menyaksikan az-zuur." [Al-Furqan : 72]
.
Ayat ini berkaitan dengan salah satu sifat para hamba Allah yang beriman. Sekelompok ulama seperti Ibnu Sirin, Mujahid dan Ar-Rabi’ bin Anas menafsirkan kata "Az-Zuura" (di dalam ayat tersebut) sebagai hari-hari besar orang kafir.
Dalam hadits yang shahih dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari besar untuk bermain-main. Lalu beliau bertanya, "Dua hari untuk apa ini ?". Mereka menjawab, "Dua hari di mana kami sering bermain-main di masa Jahiliyyah". Lantas beliau bersabda.
"Artinya : Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya : Iedul Adha dan Iedul Fithri"
Demikian pula terdapat hadits yang shahih dari Tsabit bin Adl-Dlahhak Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia berkata, "Seorang laki-laki telah bernadzar pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyembelih onta sebagai qurban di Buwanah. Lalu dia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sembari berkata.
"Artinya : Sesungguhnya aku telah bernadzar untuk menyembelih onta sebagai qurban di Buwanah. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah di dalamnya terdapat salah satu dari berhala-berhala Jahiliyyah yang disembah ? Mereka menjawab, ‘Tidak’. Beliau bertanya lagi. ‘Apakah di dalamnya terdapat salah satu dari hari-hari besar mereka ?’. Mereka menjawab, ‘Tidak’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tepatilah nadzarmu karena tidak perlu menepati nadzar di dalam berbuat maksiat kepada Allah dan di dalam hal yang tidak dipunyai (tidak mampu dilakukan) oleh manusia"
Umar bin Al-Khaththtab Radhiyallahu ‘anhu berkata, "Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka"
Dia berkata lagi, "Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka"
Dan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, "Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festifal seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka"
.
Berdasarkan paparan yang telah dikemukakan di atas, maka tidak boleh hukumnya seorang Muslim yang beriman kepada Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama serta Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, mengadakan perayaan-perayaan hari-hari besar yang tidak ada landasannya dalam Agama Islam, termasuk diantaranya pesta ‘Tahun Baru’. Juga, tidak boleh hadir pada acaranya, berpartisipasi dan membantu dalam pelaksanaannya dalam bentuk apapun karena hal itu termasuk dosa dan melampaui aturan-aturan Allah sedangkan Allah sendiri terlah berfirman, "Dan janganlah bertolong-tolongan di atas berbuat dosa dan melampaui batas, bertakwalah kepada Allah karena sesungguhnya Allah amat pedih siksaanNya" [Al-Maidah : 2]
Namun sangat disayangkan masih banyak di antara kaum muslimin yang meniru-niru perayaan mereka. Bahkan ada yang ikut serta merayakan hari raya mereka. Di antaranya ada yang memberikan ucapan selamat atau ikut meramaikannya dengan berbagai acara seperti meniup terompet pada malam tahun baru dan yang semisalnya. Serta memasang hiasan-hiasan di rumahnya pada saat perayaan mereka.
Ini bukan berarti kaum muslimin mengabaikan serta tidak mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa tersebut. Bahkan kaum muslimin senantiasa dituntut untuk selalu mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang bermanfaat dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun (hal ini dilarang) karena perayaan adalah salah satu bentuk ibadah yang tidak boleh dikhususkan dengan dilakukan secara berulang-ulang (ditradisikan, red) kecuali ada perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala atau Rasul-Nya.
Jika orang-orang terbaik dari umat ini (Rasul dan para sahabat) tidak melakukannya, lalu apa yang menyebabkan seseorang melakukannya? Apakah dirinya merasa lebih tahu dan lebih tinggi ilmunya dari para shahabat? Ataukah dia menganggap para shahabat lebih tahu namun mereka tidak mau mengamalkan ilmunya?
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad Wa Alihi Wa Shahbihi
Story of Love
Eleh-eleh?kalo kita bahas nih, yang namanya cinta-cintaan itu?bagai pungguk merindu matahari (bosan ah, kalo bulan terus). Artinya ga ada habisnya. Bila hati udah kesengsem, pikiran udah terpaut, diri ga bisa konsen. Duduk mikirin dia, berdiri?ingat lagi,?tidur?kebawa mimpi, sama penghulu lagi?Waduh-waduh ini yang namanya pucuk dicinta penghulupun tiba. Mabuk cinta euuii?
Resah, gundah, gulana, akhirnya jadi gulma. Eitt.. Nah, bila diri udah ga tenang lagi, dimanapun ingat si doi, dari sekolah sampe ponten umum (ngapain lagi di ponten umum??). Rasa hatipun ingin memiliki. Tapi apalah daya, si doi sama situ ga ada hubungan apa-apa. Padahal tekad bulat udah membaja. Pengennya sih main buldoser aja?Tapi..makin dipikir, makin pusing. Sepertinya ga ada jalan keluarnya. Pengennya sih langsung nyamperin, dan bilang "habibi..habibi?". Namun masih takut ketolak. Meski akhirnya si MC (Makelar Cinta), berujar, kalo si doi juga ada feeling sama situ. Yes?ternyata dua hati satu tujuan. Sonar cinta yang dipasang..eh ternyata kerespon juga..ini-nih seperti judul lagunya OTT "Story of Love".
Dada dengan bunga-bunga yang bermekaran telah merekah. Hati juga tambah ga menentu arah. Semangat perjuangan cinta dan nafsu meledak sudah. Blum!! Finally, Si Akang jadian sama Si Dedek. Mereka berdua lagi dating alias pacaran. Plong sudah. Menurut hati sih udah saling memiliki. Buktinya, sama-sama saling blokir kalo ada cowok atau cewek lain yang numpang lewat.
Pasti kamu-kamu yang masih muda, sering ngalami yang namanya deru debu cinta. Meski gak jarang ada yang kecewa karena sang doi nolak mentah-mentah. Bener ga sih pacaran bisa jadi jalan keluar untuk yang lagi mikul beban cinta? Trus bener ga sih, anak-anak yang lagi dating tadi itu memang tengah menempa ujian cinta sejati? Halo?buat yang ngerasa lagi ehem-ehem ama sang target, ngebet pengen jalan bareng?kayaknya kamu kudu baca terusan artikel ini deh?Yuuukkk..!!
Love?bukan berpacaran
Mas-mas?kok pake tanda tanya sih? Kan memang bener kalo pacar itu bisa jadi jodoh kita. Ciaatt?.tunggu dulu bro..Kita ngerti kok maksud kamu. Yang diidamin sih, pacaran yang kamu alami atau bakal kamu lakuin, akan dirangkai menjadi sebuah sistem. What for? Tujuannya, buat lebih kenal sama si dia. Kan kalo udah kenal, nanti lebih gampang menuju ke jenjang berikutnya. Iya-iya?kita paham sepaham-pahamnya. Cuman sistem apa yang akan kamu pake untuk lebih kenal sama doi? Sistem pacaran? Waccks..kalo macam ini, sama juga boong. Why? Sebab pacaran identik dengan kegiatan-kegiatan miring. Dan ga ada hubungannya sama kenal-mengenal. Orang yang pacaran biasanya jalan duaan, suka yang sepi-sepi, mojok, boncengan, pegang tangan, sampe urusan KNPI (kissing, necking, petting dan intercourse). Yang namanya gini sih bukan lagi urusan sebatas kenal luarnya aja..tapi dalamnya juga?ih amit-amit.
Sobat, ini yang jadi buku pedoman kita soal arti pacaran. Kita ga pernah denger loh, kalo ada pacaran yang ga pernah ketemuan, ga pernah berduaan, ga boncengan dan ga ngelakuin yang lain-lain (apalagi yang 37 tahun ke atas). Soalnya kalo ga ngelakuin
hal-hal tersebut di atas, ga mungkin dibilang pacaran. Aneh gitu loh?
Perbuatan yang serba open source di atas udah jadi ciri khas pacaran. Seperti becak yang juga punya ciri tertentu. Kalo ga dikayuh dan ga beroda tiga, ga mungkin disebut becak. Sama seperti pacaran tadi?Ya kan mas?
Nah, kalo udah ngerti ujug-ujugnya pacaran + ciri khasnya seperti itu, nonsense deh kalo kita biilang mau kenal lebih dekat. Boong atuh. Yang main di sana cuma nafsu yang menggebu-gebu. Ga ada yang lain. Lebih baik kamu-kamu yang mau berdating ria mikir ulang deh. Dan yang terlanjur basah njebur ke lautan pacaran, cepet-cepet keluar, mumpung belum kena tsunami nafsu. Awas bahaya bro?
Pacaran? Ga deh?
Sobat, tadi udah kita bahas soal pacaran dan seluk-beluknya. Tentunya kita ngomong ini ga asal keluar, tapi fakta dan bukti udah jadi dasar kuat kita untuk bilang kayak gini. Apalagi sekitar 18 sampe 20% remaja di Indonesia pernah ngelakuin seks bebas. Itu tadi ujar dr. Boyke Dian Nugraha SpOG MARS (Suara Merdeka, 2 Juni 03). Tentunya kegiatan itu ga akan muncul gitu aja tanpa ada katalisnya. Nah salah satu pemicunya adalah kegiatan pacaran tadi. Otre?
Rasulullah SAW, bersabda, "Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah setelah syirik, dari perbuatan seorang laki-laki yang menumpahkan air maninya pada rahim yang tidak halal baginya." (HR. Imam Abi Dunya). Maka sebelum kita divonis seperti itu, kita koreksi diri deh. Ingat pacarmu bukan suami atau istrimu. Mereka tetap orang lain. Ingat, orang lain?Kita nggak halal buat mereka demikian juga sebaliknya. So?biar bisa halal, nikah aja?atau kalo masih studi atau sekolah, jauhi gaul bebas, kurangi obrolan dan interaksi dengan lawan jenis supaya lebih kejaga. Selain itu sering-sering deh kamu ikut kajian yang bahas soal pergaulan remaja, biar ga nyesel nantinya fi dunia wal akhiroh. Bener loh kita gak boong. Suueer (dy).
Awas virus DB (Demen Berpacaran) !!!
Apa sih maksud judul di atas ? Kok pake’ kata- kata pacaran srigala segala sih ?
Emang prend, judul di atas dibuat menarik (menurut penulis he..he..) biar kamu-kamu
nyempetin untuk ngebaca. Jangan- jangan mau ngelarang pacaran ya….. ? Oh, CUMAN nyampein
pandangan Islam tentang pacaran koq. Kata orang sih pacaran adalah kontak sosial antara
laki- laki dan perempuan dalam satu ikatan dengan tujuan untuk menikah. Hmm…m.. bener nggak yaa ? Tapi kok banyak yang pacaran terus putus. Apa itu juga pacaran?
So.. aku mesti nanya dulu neeh ama orang pinter (bukan dukun lhoo.. tapi pak ustad).
Katanya sih pacaran itu pintu gerbangnya zina. Coba pikir, nggak mungkin kan kalau pacaran
Cuma jadian doank tanpa pake apel. Trus kalo pake apel nggak mungkin kita selalu di rumah
si cewek dengan ditemenin ortu ( ato muhrim lainnya). Pasti kita akan berpikir kreatip
untuk mencari tempat sepi. Katanya sih nggak romantis kalau di tempat rame ( wah kalo gitu
kuburan bisa jadi alternatip donk). Nah kalau udah di tempat sepi bisa nggak kita cuma
omong- omong biasa? Cepet ato lambat jurus tangan dewa akan keluar. Kemudian jurus mulut
dewa, next jurus …… nggak tau deh. Nah kalo gitu jelas kan prend kalo pacaran itu pintu
gerbangnya zina. Yaa zina mata, zina tangan, zina mulut, dan yang terakhir zina beneran.
Padahal Alloh SWT ngelarang kita supaya tidak ngedekatin zina.
Yah, namanya juga remaja jaman sekarang pada pinter cari alasan. Katanya sih, kalau cinta
bersemi di dada. Bikin derita terasa nikmat. tai kucing terasa coklat,eh bukan ding..gula jawa terasa coklat, jauh di mata terasa
dekat, dihantam terasa dipijat, asal jangan sampe sekarat. Weleh,… weleh,….Apa lagi mereka
pake segala macem dalil biar pacaran ditolerir oleh Islam. Dilarang ama ortu nggak nurut.
Jangan- jangan doeloe ortunya juga pacaran kali ? Lucunya lagi beberapa teman yang
terjangkit virus “DB” menyatakan kalau pacaran hanya buat motivasi biar giat belajar.
Lagi pula Islam ngajarin untuk saling menyayangi dan mengasihi. Glodak!!!! Waduh payah.
Emang ada sih perintah untuk saling menyayangi tapi hadis/ayat tentang larangan mendekati
zina seperti berhalwat, aktifitas yang bikin syahwat meningkat juga banyak. Begini prend
kalau kita pacaran hanya untuk motivasi belajar. Gimana seandainya waktu pas ulangan kita
putus. Bisa ancur tuh nilai. Mendingan cinta Alloh SWT selain dapat pahala, kita
termotivasi menjadi orang yang berilmu en dijamin anti putus plus berhadiah surga.
Sedangkan ajaran untuk saling menyayangi bukannya kita harus pacaran tetapi harus
menyayangi, menghormati dan mambantu orang lain seperti saudara, tetangga, fakir miskin,
anak yatim, orang jompo, dll sebatas tidak melanggar aturan syariat yang laen. Makanya
jangan ngartiin suatu ayat sesuai kemauanmu.
Oke prend skali lagi jauhi pacaran!!! Mumpung belon kecelakaan, naudzubillah.
INGAT!!!!!
PACARAN membuka kesempatan bagi setan untuk menebar rayuan. Rayuan setan pastilah kejahatan.
Kejahatan datang bukan hanya karena adanya niat. Tapi juga karena adanya kesempatan.
WASPADALAH !!! WASPADALAH !!!
Mungkin ada kata2 yang menyinggung, MoHon Maaf ya!! Tapi Kata yang diatas Bener lho….
Klu ada salah kata itu murni kesalahan aku, dan klu ada kebenaran dr kata2 diatas itu adalah FIRMAN ALLAH SWT…………….OK
CINTA
KotaSantri.com - Dimana ada cinta disitu ada kehidupan. Cinta memberi sepercik cahaya di tengah kekelaman. Memberi keteguhan dan ketenangan bagi jiwa yang gelisah, juga memberi arti dalam setiap langkah. Cinta memberi keyakinan bahwa kita ada untuk tidak sia-sia.
Hidup tanpa cinta ibarat makan tanpa garam, hambar. Ibarat bumi kehilangan matahari. Cinta bukan mengajar kita untuk lemah tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta tidak mengajarkan kita menghinakan diri tetapi menghembuskan nafas kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat tetapi membangkitkan semangat. (HAMKA).
Cinta, cinta, cinta… Halaman ini tak kan cukup menampung jika saya terus mengutipkan ungkapan-ungkapan bernada cinta ketika saya coba mencari kata “cinta” di Google. Itu hanyalah sepersekian halaman dari 85 halaman yang ada. Woow, alangkah banyaknya untaian kata cinta yang dirangkai oleh para penulis. Menggambarkan betapa pentingnya arti cinta dalam kehidupan kita. Cinta kepada Sang Pencipta, orangtua, suami, istri, anak, sahabat, kerabat, saudara, sesama dan makhluk lain ciptaanNya.
Cinta bagaikan sumber air yang tidak akan habis untuk ditimba rahasianya oleh siapa saja kapanpun juga. Sutradara, pencipta lagu dan penulis tak akan kehabisan ide dan kata untuk membedah isinya. Dunia cinta telah menjadi ladang subur yang menjanjikan banyak keuntungan. Cerita, film dan lagu cinta bak magnet menyedot perhatian pembaca dan pemirsa.
Ada apa dengan cinta? Begitu kuatnya cinta menguasai jiwa manusia. Masuk meresap ke dalam semua sendi-sendi kehidupan kita. Cinta banyak membuat orang berbahagia atau menderita karenanya. Banyak orang yang merasa tidak berguna ketika cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan ada yang sengaja mengakhiri hidupnya ketika putus cinta (naudzubillahi mindzalik).
Lalu, apa konsekuensi bagi orang yang mencinta? Tentu saja rela berkorban apa saja untuk orang yang dicintai dengan segenap jiwa dan raga. Turut merasakan bahagia ketika orang yang dicintainya bahagia. Ikut merasa sakit dan sedih ketika pujaan hatinya sakit dan menderita. Merasa gelisah yang luar biasa ketika kekasih tak di sampingnya.
Ketika SMA sahabat dekat saya sering curhat betapa dia sangat mencintai kekasihnya. Dalam setiap nafas dan detak jantungnya ada si dia. Makan tidak enak tidur tidak nyenyak. Yang terbayang hanyalah wajahnya. Tak ketemu seminggu rasa sewindu dan seabrek lagi kata-kata puitis mengalir deras setiap kali kami ketemu. Saya sangat percaya dengannya, dengan yang dia rasa saat itu. Sungguh cinta telah menguasai dirinya. Dalam darah telah ikut mengalir cinta yang menyebar ke seluruh tubuhnya.
Alangkah indahnya kalau cinta yang begitu besar juga kita persembahkan untuk Sang Pencipta. Yang menciptakan kita, orang yang kita cintai dan rasa cinta itu sendiri. Bukankah sudah sepantasnya Dia mendapatkan porsi cinta yang lebih banyak dari yang lainnya. Memberikan segenap jiwa dan raga untukNya. Menyebut dan mengingatNya dalam setiap waktu yang diberikan kepada kita. Melakukan apa saja yang disukai dan diperintahkan juga meninggalkan yang tidak disukai dan dilarangNya.
Dalam setiap sujud dan doa kita meminta dengan sepenuh harap akan diperkenankannya semua asa. Tapi ketika doa tak juga dikabulkanNya, tak jarang diantara kita merasa Dia tak lagi sayang kepada kita, Allah tidak adil, Allah sedang marah dan banyak lagi kalimat lain bernada tak suka akan keputusanNya yang terasa tidak berpihak kepada kita. Lupa atau sengaja melupakan bahwa Allah sebaik-baik pembuat skenario, yang paling tahu akan apa yang terbaik bagi makhluk ciptaanNya. Lupa bahwa semua yang terjadi ada hikmah yang dipersiapkan untuk kebaikan kita (astagfirullaahal adzim, ampuni kami ya Allah).
Introspeksi diri akan lebih bijaksana daripada memprotes kehendakNya. Seberapa besar rasa cinta dan rindu padaNya bersemayam dalam dada kita? Sudahkah kita mempersembahkan sebanyak-banyak perhatian dan cinta kepadaNya? Memberikan apa yang disukai dan meninggalkan apa yang dibenci? Juga mengingat dan menyebut asmaNya dalam setiap aktifitas kita baik siang maupun malam?
Hanya diri kita sendiri dan Sang Pemberi Cinta yang tahu seberapa besar dan dalam rasa cinta dan kerinduan kita padaNya. Marilah memperbaiki kualitas cinta kita kepadaNya. Wallahu’alam.

